17 April 2009

Polisi Kita Kok Masih Begitu?

Beberapa hari yang lalu seorang kerabatku mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motornya menuju tempat bekerja karena diserempet oleh pengendara motor lain yang kurang hati-hati di daerah randusari, Semarang.
Dahinya harus dijahit sebanyak 15 jahitan dan lututnya harus dioperasi. Motornya ditahan polisi untuk barang bukti. Untunglah si penyerempet cukup bertanggungjawab dengan tidak melarikan diri usai peristiwa naas itu.
Ketika hendak mengambil motornya yang ditahan polisi, tau gak apa yang terjadi? (pasti semua tau, dehh. kan cerita lama) Pak polisi minta tebusan Rp. 1 Juta! Bayangin, udah jadi korban kecelakaan yang harus menanggung biaya rumah sakit dan perbaikan motor karena si pelaku gak mungkin mengganti 100% biaya-biaya tersebut, masih pula dimintai uang oleh pak Polisi yang (katanya) berslogan melindungi dan melayani. Setelah nego, akhirnya pak Polisi mau juga diberi Rp. 500 Ribu.
Aku jadi bertanya, kok bisa sih polisi kita masih seperti itu. Apalagi per Januari 2009 ini mereka juga mendapatkan kenaikan gaji yang tidak sedikit. Bahkan dibandingkan PNS, kenaikan gaji Polisi tuh lebih besar.Kapan dong KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) masuk institusi kepolisian? Biar pada kapok! Jangan cuma Pemda dan Legislatif saja yang diutik-utik. Masa sih KPK takut?
Kapan Polri mereformasi dirinya sendiri?

1 komentar:

Anik Budiarti mengatakan...

Duh Mas,

Masih mending di Semarang, kalo polisi Batam lebih sadis... nebus motor 1.5 juta dan ngga isa ditawar tawar (pengalam pribadi)iparku korban tabrakan juga.. makanya aku paling males ngliat muka muka anggota polisi.. trus kalo di opisnya ato pas kita ngurus SIM gayanya preman selangit ngerasa banget mereka dipihak yang dibutuhkan.. najis dulu malah ada yang ngerayu ngerayu aku pas aku bikin laporan kehilangan KTP.. dulu aku masih naif sih jadinya aku senyum dan diam aja.. mosok Polisi ngajak aku dugem.. coba sekarang bakal tak " SUE" or tak omeli....
Berdoa saja semoga ngga punya mantu polisi heheehe..